Minggu, 18 Agustus 2013

Perguruan Tinggi Kedinasan di Indonesia (PTKI)

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
 
Bicara tentang Perguruan Tinggi di Indonesia memang tak ada habisnya. Namun Perguruan Tinggi berikut ini beda dari perguruan tinggi dari yang biasanya karena disusun berdasarkan nama departmen/kementrian/LPDN yang membawahi. Semua perguruan tinggi ini tentunya adalah Negeri karena langsung dibawah departmen Pemrintah. Beberapa menerapkan sistem ikatan dinas dan dibiayai langsung Negara.

Berikut nama-nama Perguruan Tinggi kedianasan yang ada di Indonesia :

Badan Intelijen Negara
  1. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), Sentul, Bogor, Jawa Barat
Badan Meteorologi Dan Geofisika
  1. Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG), Pd. Betung (Bintaro, Tangerang, Banten)
Badan Pertahanan Nasional
  1. Akademi Militer (TNI Angkatan Darat), Magelang, Jawa Tenkkgah
  2. Akademi Angkatan Laut (TNI Angkatan Laut), Surabaya, Jawa Timur
  3. Akademi Angkatan Udara (TNI Angkatan Udara), Yogyakarta
  4. Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (TNI Angkatan Laut), Surabaya, Jawa Timur
  5. Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Darat (TNI Angkatan Darat), Malang, Jawa Timur
Badan Pertanahan Nasional
  1. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN), Yogyakarta
Badan Pusat Statistik
  1. Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Jakarta
Badan Tenaga Nuklir Nasional
  1. Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN), Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
Departemen Dalam Negeri
  1. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), gabungan dari STPDN dan IIP
Departemen Energi Dan Sumber Daya Mineral
  1. Akademi Minyak Dan Gas Bumi (Akamigas), Cepu, Blora, Jawa Tengah
Departemen Hukum Dan Hak Asasi Manusia
  1. Akademi Imigrasi (AIM), Gandul (Cinere, Kota Depok, Jawa Barat)
  2. Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP), Gandul (Cinere, Kota Depok, Jawa Barat)
Departemen Kebudayaan dan Pariwisata
  1. Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung(STPB), Bandung, Jawa Barat
  2. Sekolah Tinggi Pariwisata Bali (STB Bali)
  3. Akademi Pariwisata Medan
  4. Akademi Pariwisata Makasar
Departemen Keuangan
  1. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Kabupaten Tangerang
Kementerian Kelautan dan Perikanan
  1. Sekolah Tinggi Perikanan (STP), Jakarta, DKI Jakarta
  2. Akademi Perikanan Bitung (APB), Bitung, Sulawesi Utara
  3. Akademi Perikanan Sidoarjo, APS, Surabaya, Jawa Timur
  4. Akademi Perikanan Sorong, APSOR, Sorong, Papua Barat
  5. Sekolah Tinggi Perikanan Bogor (STP Jurluhkan), Bogor, Jawa Barat
  6. Sekolah Usaha Perikanan Menengah Bone (SUPM Bone), Bone, Sulawesi selatan
Departemen Kesehatan
  1. Akademi Fisioterapi Surakarta, Jawa Tengah
  2. Akademi Keperawatan
  3. Akademi Teknik Medik
Departemen Perhubungan
  1. Sekolah Tinggi Transportasi Darat Bekasi, Jawa Barat
  2. Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta, DKI Jakarta
  3. Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Curug, Jawa Barat
  4. Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan Medan, Sumatra Utara
  5. Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan Surabaya, Jawa Timur
  6. Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan Makassar, Sulawesi Selatan
  7. balai pendidikan dan pelatihan ilmu pelayaran tangerang, banten
Departemen Perindustrian RI
  1. Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil Bandung (ST3), Bandung, Jawa Barat
  2. Sekolah Tinggi Manajemen Industri Jakarta (STMI), Jakarta, DKI Jakarta
  3. Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta (ATIK), Yogyakarta, DIY
  4. Akademi Pimpinan Perusahaan Jakarta (APP), Jakarta
  5. Akademi Teknologi Industri Padang (ATIP), Padang, Sumatra Barat
  6. Akademi Teknologi Industri Makassar (ST3), Makassar, Sulawesi Selatan
  7. Pendidikan Teknologi Kimia Industri Medan (PTKI), Medan, Sumatra Utara
  8. Akademi Kimia Analisis Bogor (AKA), Bogor, Jawa Barat
Departemen Sosial
  1. Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS), Bandung, Jawa Barat
Kepolisian Negara RI
  1. Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Jawa Tengah
Lembaga Administrasi Negara
  1. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Negara - Lembaga Administrasi Negara (STIA-LAN), Bandung, Jawa Barat
Departemen Pertanian ; Perkebunan ; Kehutanan
  1. Politeknik LPP Yogyakarta (PLPP), Yogyakarta, DI Yogyakarta
  2. Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agribisnis Perkebunan (STIP-AP), Medan, Sumatera Utara
  3. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Medan (STPP Medan), Medan, Sumatera Utara
  4. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Magelang (STPP Magelang), Magelang, Jawa Tengah
  5. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Gowa (STPP Gowa), Makassar, Sulawesi Selatan
  6. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Malang (STPP Malang), Malang, Jawa Timur
  7. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Bogor (STPP Bogor), Bogor, Jawa Barat
  8. Sekolah Pertanian Pembangunan Banjarbaru (SPP Banjarbaru), Kalimantan Selatan
  9. Sekolah Pertanian Pembangunan Kupang (SPP Kupang), Kupang, NTT
  10. Sekolah Pertanian Pembangunan Sembawa (SPP Sembawa), Sembawa, Sumatera Selatan
Lembaga Sandi Negara Republik Indonesia
  1. Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN), Bogor, Jawa Barat
Semoga informasi ini bermanfaat. Terima kasih.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb. 

Sabtu, 03 Agustus 2013

Cerita Cinta 2 Hatiku

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Kisah ini berawal saat aku masih duduk di kelas 2 SMP. Saat itu aku masih dengan Kak Azmi yang masih menjadi cowokku. Aku kenal Kak Azmi dari mantan kedua ku dan mereka berteman baik. Aku jadian dengan Kak Azmi pun bisa di bilang sangat aneh hehe.. dan percaya atau tidak aku dengannya tidak pernah bertemu sama sekali bahkan sampai aku putus dengan dia, aneh kan? hahaha. Hubunganku dengan dia pun juga sangat singkat, hanya 3 minggu mungkin yaa hehe. Aku dan dia memutuskan untuk berakhir ya karena aku jatuh di 2 hati. ceileehh

Kisah itupun berawal dari Kak Azmi tanya sama aku begini "Di hatimu selain aku ada nama yang lainkah?", aku berusaha jujur dan menjawab "iya, maaf ya". Dan yang membuat aku bingung kenapa dia bisa tau gimana hatiku saat itu. Jadi, di detik-detik itu aku masih deket dengan orang yang aku suka namun lama-lama dia membuat aku sangat benci, orang itu bernama Rizky Ramadhan Anika Putra yang sampai sekarang menjadi cowokku. hehe, doain langgeng ya amin :D. Nah waktu aku deket sama Rizky, diam2 dia ternyata suka sama aku dan dia bilang "Aku suka sama kamu, mau nggak jadi pacarku?" Saat itu aku masih sama Kak Azmi. Aku bingung banget waktu itu, bener2 aku jatuh di 2 hati, antara aku pilih Kak Azmi dan Rizky.

Alhamdulillahnya Rizky mau nunggu aku sampai aku putus sama Kak Azmi (jahat banget yaa). Ya begitulah sampai akhirnya aku dan Kak Azmi putus. Walaupun putus aku tetep menghargai dan berterima kasih sama dia, karena dia, aku bisa nemuin orang yang bener-bener serius dengan aku dan sayang sama aku dari SMP sampai kelas 3 SMA ini, yaa walaupun banyak sekali cobaan, rintangan yang harus dilewati dengan kepercayaan, kesabaran dan kesetian.

Percayalah Allah memang selalu ngasih yang terbaik buat kita. Mungkin Kak Azmi terlalu baik sehingga aku nggak boleh sama dia. Dan semoga Rizky Ramadhan Anika Putra yang sekarang ini yang sudah berjalan 3 tahun ini bisa langgeng sampai kita di satukan dengan ikrar perjanjian sehidup semati dan sampai ajal menjemput kita berdua Amin Ya Allah :D
Terima Kasih :D


Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Kamis, 01 Agustus 2013

Sayangilah kucing kita!

Keistimewaan Kucing Dalam Agama Islam


Di dalam perkembangan peradaban islam, kucing hadir sebagai teman sejati dalam setiap nafas dan gerak geliat perkembangan islam.
Diceritakan dalam suatu kisah, Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, dikala nabi hendak mengambil jubahnya, di temuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya. Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.

Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar azan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.
Kepada para sahabatnya, nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri.

Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhori, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.
Tak hanya nabi, istri nabi sendiri, Aisyah binti Abu Bakar Ash Shiddiq pun amat menyukai kucing, dan merasa amat kehilangan dikala ditinggal pergi oleh si kucing. Seorang sahabat yang juga ahli hadist, Abdurrahman bin Sakhr Al Azdi diberi julukan Abu Hurairah (bapak para kucing jantan), karena kegemarannya dalam merawat dan memelihara berbagai kucing jantan dirumahnya.
Penghormatan para tokoh islam terhadap kucing pasca wafatnya Nabi SAW.
Dalam buku yang berjudul Cats of Cairo, pada masa dinasti mamluk, baybars al zahir, seorang sultan yang juga pahlawan garis depan dalam perang salib sengaja membangun taman-taman khusus bagi kucing dan menyediakan berbagai jenis makanan didalamnya. Tradisi ini telah menjadi adat istiadat di berbagai kota-kota besar negara islam. Hingga saat ini, mulai dari damaskus, istanbul hingga kairo, masih bisa kita jumpai kucing-kucing yang berkeliaran di pojok-pojok masjid tua dengan berbagai macam makanan yang disediakan oleh penduduk setempat.
Pengaruh Kucing dalam Seni Islam.
Pada abad 13, sebagai manifestasi penghargaan masyarakat islam, rupa kucing dijadikan sebagai ukiran cincin para khalifah, termasuk porselen, patung hingga mata uang. Bahkan di dunia sastra, para penyair tak ragu untuk membuat syair bagi kucing peliharaannya yang telah berjasa melindungi buku-buku mereka dari gigitan tikus dan serangga lainnya.

Kucing yang memberi inspirasi bagi para sufi.
Seorang Sufi ternama bernama ibnu bashad yang hidup pada abad ke sepuluh bercerita, suatu saat ia dan sahabat-sahabatnya sedang duduk santai melepas lelah di atas atap masjid kota kairo sambil menikmati makan malam. Ketika seekor kucing melewatinya, Ibnu Bashad memberi sepotong daging kepada kucing itu, namun tak lama kemudian kucing itu balik lagi, setelah memberinya potongan yang ke dua, diam-diam Ibnu Bashad mengikuti kearah kucing itu pergi, hingga akhirnya ia sampai disebuah atap rumah kumuh, dan didapatinya si kucing tadi sedang menyodorkan sepotong daging yang diberikan Ibnu Bashad kepada kucing lain yang buta kedua matanya. Peristiwa ini sangat menyentuh hatinya hingga ia menjadi seorang sufi sampai ajal menjemputnya pada tahun 1067.
Selain itu, kaum sufi juga percaya, bahwa dengkuran nafas kucing memiliki irama yang sama dengan dzikir kalimah Allah.
Cerita yang dijadikan sebagai sauri tauladan
Salah satu cerita yang cukup mahsyur yaitu tentang seekor kucing peliharaan yang dipercaya oleh seorang pria, untuk menjaga anaknya yang masih bayi dikala ia pergi selama beberapa saat. Bagaikan prajurit yang mengawal tuannya, kucing itu tak hentinya berjaga di sekitar sang bayi. Tak lama kemudian melintaslah ular berbisa yang sangat berbahaya di dekat si bayi mungil tersebut. Kucing itu dengan sigapnya menyerang ular itu hingga mati dengan darah yang berceceran.
Sorenya ketika si pria pulang, ia kaget melihat begitu banyak darah di kasur bayinya. Prasangkanya berbisik, si kucing telah membunuh anak kesayangannya! Tak ayal lagi, ia mengambil pisau dan memenggal leher kucing yang tak berdosa itu.
Tak lama kemudian, ia kaget begitu melihat anaknya terbangun, dengan bangkai ular yang telah tercabik di belakang punggung anaknya. melihat itu, si pria menangis dan menyesali perbuatannya setelah menyadari bahwa ia telah mebunuh kucing peliharaannya yang telah bertaruh nyawa menjaga keselamatan anaknya. Kisah ini menjadi refleksi bagi masyarakat islam di timur tengah untuk tidak berburuk sangka kepada siapapun.
Hukum membunuh kucing
Tahukah kalian bahwa Nabi Muhammad saw juga membela kucing?
Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Seorang wanita disiksa karena mengurung seekor kucing sampai mati. Kemudian wanita itu masuk neraka karenanya, yaitu karena ketika mengurungnya ia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum sebagaimana ia tidak juga melepasnya mencari makan dari serangga-serangga tanah. (Shahih Muslim No.4160)
dan Dalam syariat Islam, seorang muslim diperintahkan untuk tidak menyakiti atau bahkan membunuh kucing, berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari kisah Abdullah bin Umar[1] dan Abu Hurairah.[2]
Adakah manfaat kucing bagi dunia ilmu pengetahuan?
Salah satu kitab terkenal yang ditulis oleh cendikia muslim tempo dulu adalah kitab hayat al hayaawan yang telah menjadi inspirasi bagi perkembangan dunia zoologi saat ini. Salah satu isinya mengenai ilmu medis, banyak para dokter muslim tempo dulu yang menjadikan kucing sebagai terapi medis untuk penyembuhan tulang, melalui dengkuran suaranya yang setara dengan gelombang sebesar 50 hertz. Dengkuran tersebut menjadi frekuensi optimal dalam menstimulasi pemulihan tulang.
Tak hanya ilmu pengetahuan, bangsa barat juga banyak membawa berbagai jenis kucing dari timur tengah, hingga akhirnya kepunahan kucing akibat mitos alat sihir di barat dapat terselamatkan.
Kucing “Muqawwamah”: Kucing Palestina yang Dipenjara di Sel Khusus Israel
Jika boleh iri, kaum muslimin mungkin harus iri kepada kucing Palestina. Pasalnya, ditengah ketidakmampuan kita ikut membela saudara-saudara kita di Palestina yang kini sedang berjuang mempertahankan Masjidil Aqsha dari ancaman israel, justru seekor kucing tampil sebagai pahlawan. Kucing itu dinilai zionis-israel dapat membangkitkan perlawanan (muqawwamah).
Sebagaimana dikutip situs http://www.maannews.net, zionis-israel telah memenjarakan seekor kucing Palestina. Kucing ini dinilai menjadi penghubung di sel isolasi di kamp tahanan pejuang-pejuang Palestina di Negev.
Menurut pejabat israel, kucing tersebut membantu para tahanan dengan membawa barang-barang ringan seperti surat, roti dan lainnya dari satu sel ke sel lain. Peran itu dimainkan si kucing selama berbulan-bulan, sebelum akhirnya ketahuan.
Penjaga penjara Negev lalu menjebloskan kucing itu ke dalam sel khusus. Nah, siapa bersedia menjenguk kucing yang pintar ini? Adakah kira-kira pengacara dermawan yang akan membelanya?
Cholis Akbar/Suara Hidayatullah

Referensi : http://keajaibanislam.wordpress.com/2012/10/24/keistimewaan-kucing-dalam-agama-islam/

Kucingku Berjilbab

Selasa, 30 Juli 2013

New

Hai teman, ini blog baruku lhoo
Selamat menikmati yaa :)
asalamu'alaikum :)